Rezeki yang tak tertukar

by - Agustus 17, 2016


Seekor kupu-kupu nan mungil, tak pernah ragu akan rezekinya. Penuh kesakitan dan susah payah ditempuh. Mulai dari ulat, kepompong dan bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu cantik.
Tak pernah ia mengurungkan prosesnya saat masih menjadi ulat.
Pun pada saat berselimut kepompong. Siapa peduli?
Tuhan peduli.
Yakin bahwa setiap tetes rezeki Tuhan sudah tertulis didaun-Nya.
------
Sedang suka memperhatikan kupu-kupu. Keren dan cantik. Cantiknya ga instan. Ada proses. Sakit dan payah. Tapi, dia ga nyerah tuh. Gada juga niatan bunuh diri waktu jadi kepompong yang menjijikkan. Atau saat dia jadi ulat yang jelek.
------
Apapun bentuk kita sekarang. Nikmati. Bersyukur. Qona'ah. Yakin deh abis itu bakal menjelma jadi pribadi-pribadi yang indah dan  kuat.
Kata orang bijak, besi baja aja butuh ditempa ratusan kali untuk menjadi besi yang kuat.

#edisiMuhasabah
#Depok, 29juli2016
#novayulfia

You May Also Like

0 komentar