Ketika Donat Tidak Mesti Bolong

by - November 24, 2016


Ketika donat tidak lagi bolong
Saat itulah aku merasa
Berlaku jujur, sopan, empati dan jatuh cinta
Menjadi penting

Hingga kini, perdebatan masih terjadi
Mengapa kue bolong dijual?
Parahnya disukai orang!
Mahal pula

Apa yang salah?

Demi mengejar prestise, gengsi
Biar bisa upload foto selfi berlatar cafe
Supaya dapat Wifi percuma
Dahaga palsu disesap

Kemana jujur, sopan santun
Kala membeli kue lupis keliling

Jauhnya jarak tempuh penjual
Tak mempengaruhi rasa dan harga jualnya

Apakah empati bercokol dalam kalbu
Lupis enak itu ditawar sedemikian rupa

Abaikan bau matahari dan kerut penjual

Kue lupis yang manis
Tiada berubah, masih menanti diborong habis
Tetapi, Tuan dan Nyonya terpikat
Elok rupa palsu donat bolong
Dan jatuh cinta

Tidak!
Cinta itu seperti kue lapis,
Jujur

Cinta mesti jujur, empati, menjunjung tinggi sopan santun

Berhentilah memperdebatkan mengapa tengahnya donat yang bolong itu dijual mahal

Inikah cinta versi terbaru?

Aku mau donat, tanpa bolong!

You May Also Like

0 komentar