Bersahabat dengan Ibu Mertua

by - Desember 13, 2016


Ibu mertua VS menantu perempuan? Banyak yang beranggapan bahwa, sejak zaman baheula ibu mertua dan memantu perempuan sulit di cari jalan tengahnya. Apakah semua menglaminya?

Ternyata tidak semua pasangan mengalami yang namanya perseteruan dengan ibu mertua.
Sebab, pada hakikatnya mertua adalah orang tua suami yang juga merupakan orang tua kita juga. eliau juga mendapatkan hak yang sama dari sebagai anak menantu, yaitu untuk dihormati selayaknya orang tua kandung kita. Sudah selayaknya beliau mendapatkan penghormatan yang lebih dari kita sang menantu perempuan. Sebab, anak laki-lakinya yang ia besarkan dengan sepenuh cinta memilih kita menjadi pasangan hidup. Dan oleh sebab itu, ketika kita menikahi anaknya, layak dan pantaskah kita bersikap seakan menjauhinya dan menjauhkan suami dari ibunya?

Sungguh itu sangat menyakiti hati perempuan yang telah melahirkan suami kita. Perasaan sakit itu mungkin belum kita rasakan sekarang, tersebab masih tergulung ego dan dibungkus emosi negatif, mungkin. Tapi nanti, pada saat kita nanti punya anak laki-laki, perasaan itu akan hadir juga.

Jadi, masihkah ada alasan kita wahai anak menantu perempuan menganggap ibu mertua saingan atau penghalang dalam kehidupan kita berumahtangga?

Nah bagaimana tips jitu mengambil hati ibu mertua supaya kita bisa bersahabat dengan beliau?

Berikut ulasannya untuk anda yang masih memerlukan:
1. Sadari bahwa ibu mertua adalah bagian terpenting suami. Tanpa ada ibunya ia takkan ada buat dijadikan pasangan kita. Terlebih memahami bahwa surga anak ada pada ibunya. Ibunya sangat berhak pada anak laki-lakinya sampai kapanpun. Ketentuan ini sudah digariskan oleh Allah. bahwa seorang laki-laki itu memiliki tanggung jawab terhadap 4 perempuan. yakni : ibunya, istrinya, anak perempuannya dan saudarinya.

2. Jalin komunikasi aktif dengan ibu mertua. Apapun persoalan rumahtangga dan silaturahim akan terselesaikan dengan membangun komunikasi secara aktif. Artinya bukan hanya sekedar menyapa, tetapi perlakukan beliau seperti layaknya ibu kandung yang sudah membesarkan kita. Bahasa komunikasi itu adalah bahasa yang saling memiliki timbal balik secara aktif. Bagaimana caranya?. Yang pasti, menjalin komunikasi itu dengan hati yang tulus. Bukan sekedar basa-basi. Sebab sentuhan komunikasi dari hati yang tulus iklas akan sampai dengan baik.

3. Lakukan kegiatan bersama. Aktifitas bersama yang dilakukan bersama ibu mertua akan membangun kedekatan emosiaonal yang baik. Sebagai perempuan yang baru memeasuki kehidupan beliau, kitalah yang selayaknya berusaha mencari ide untuk membangun kedekatan. Misalnya, beliau menyukai memasak, lakukan kegiatan memasak bersama. Atau lebih baik lagi belajar memasak dari beliau tentang menu makanan yang beliau sukai dan suami sukai. Biasanya ibu mertua akan antusias menyambut ide seperti ini. Betapa tidak. Karena beliau akan melihat kesungguhan anda untuk mengurus anak laki-lakinya sebaik mungkin. Seperti ia mengurus suami sebelum menikah demgan anda.

Ibu mertua bisa menjadi sahabat dan bahkan lebih bila kita mau memahami dan menyadari bahwa, tugas kita sebagai istri adalah pengalihan tugas beliau setelah sang anak laki-lakinya menikahi kita. Bukan berarti menggantikan peran ibunya. Tetapi mengambil alih tugas untuk menjaga dan mengurus anak laki-lakinya. tentulah kita harus membangun dan menjalin kedekatan dengan beliau.
Sudah bukan masanya ibu mertua dan menantu perempuan untuk tidak bersahabat.





You May Also Like

0 komentar