Bu, Pilih Mana Bekal Buat Anak, Bawa Sendiri atau Katering?

by - September 06, 2019








"Cinta ibu dalam makan yang kamu makan, Nak.."

Menyoal bekal makanan untuk anak ke sekolah masih menjadi bahan diskusi menarik bagi sebagian orangtua. Sampai-sampai tercipta dua kubu yakni kubu bawa bekal dan kubu katering. Tidak ada yang salah dengan grup anak membawa bekal makanan ke sekolah. Pun demikan dengan kubu orangtua yang memakai jasa katering guna memenuhi asupan makanan bagi sang buah hati.

Seperti yang kita pahami, sekolah-sekolah zaman sekarang banyak menggunakan sistem full day. Dimana waktu belajar anak di sekolah lebih panjang beberapa jam. Mungkin Anda yang lahir tahun 80-an masih merasakan tidur siang. Karena kita pulang kerumah pukul 1 siang. Namun, anak-anak kita sekarang baru pulang ke rumah sekitar pukul 3-4 sore. Bisa dibayangkan bagaimana laparnya mereka pada saat jam makan siang. 

Lamanya anak berada di sekolah ini tentu mempunyai konsekuensi terhadap asupan makan siang mereka. Jikalau pagi hari, mungkin sebagian anak masih sempat untuk sarapan. Tapi untuk menu makanan siang hari, tidak sedikit para orangtua khususnya para ibu yang memilih dua cara yakni membawakan bekal makan siang dan ibu yang mempercayakan asupan makan siang anaknya pada jasa katering.

                                                     (Foto. Google)

Mari kita ulas satu persatu manfaat dan kedua cara ini:

Pertama. Membawakan bekal makanan. Banyak yang bilang bahwa kesehatan dimulai dari rumah. Karena makanan yang diolah dirumah jauh lebih terjamin kebersihannya, tingkat gizinya bisa diketahui secara langsung. Seorang ibu tentu lebih mengenal apa dan bagaimana menu kesukaan anaknya. Makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi sang anak, bila berkaitan dengan riwayat kesehatan anak. Sehingga nutrisi yang diberikan ibu dengan membawakan bekal ke sekolah, dianggap lebih efektif dan efisien.
Pada kenyataannya, kegiatan menyiapkan menu makan siang sang anak sedikit merepotkan, sih. Namun sejatinya, demi kesehatan dan kasih sayang pada si buah hati, seorang ibu rela melakukan apapun, termasuk bersusah payah membuatkan bekal makan siang.
Saya termasuk golongan ibu yang mau 'ber-repot-repot ria' membuatkan bekal makan siang bagi ketiga buah hati kami. Malah bekal tersebut saya antarkan sendiri pada jam makan siang mereka, ke sekolah. Supaya makanan yang mereka santap masih dalam kondisi hangat dengan tujuan anak-anak lahap makannya. Kelelahan saya akan terbayar lunas tatkala menu makan siang yang saya antarkan siang itu, habis tandas. Kabar baiknya, skill memasak saya harus selalu update dari waktu waktu. Sampai sekarang, ketiga anak-anak saya hampir jarang mau mengonsumsi makanan yang dibeli dari luar. Ternyata repot beneran ya hehe..

Kedua. Mempercayakan bekal makanan anak menggunakan jasa katering. Sekarang banyak sekali sekolah full day yang mempunyai program katering. Biasanya ada katering harian, mingguan dan bulanan. Semua tergantung keinginan anak dan kesanggupan orangtua.
Bagi orangtua yang bekerja, mengikuti program katering di sekolah merupakan solusi cerdas. Sebab, disamping sempitnya waktu yang dimiliki orangtua untuk membuatkan bekal makanan, ragam makanan yang disediakan di jasa katering sekolah biasanya bervariasi. Sehingga tidak membuat anak mudah bosan dengan menu yang disajikan.
Selain menghemat waktu dan varian menu yang disajikan pihak katering sekolah, Anda para orangtua tentu saja harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya tambahan membayar jasa katering.

Semoga bahasan ini dapat sedikit membantu keresahan para ibu yang 'galau' memilih cara memenuhi jam makan siang anak, apakah membawakan bekal makan atau bayar jasa katering? Terserah Anda ya, Bu..





You May Also Like

0 komentar