Bunda, Lakukan Langkah-langkah Ini Ya, Bila Ananda Terpapar Kabut Asap

by - September 14, 2019




Masalah kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Indonesia menyisakan cerita bagaimana penanganannya terhadap anak-anak. Sementara pemerintah sibuk mencarikan jalan keluar tentang penuntasan soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Sumatera Selatan, ada baiknya kita para ibu turut membantu menyelesaikan persoalan ini. Yuk, kita mulai dari rumah masing-masing.
Udara kotor yang dihasilkan dari karhutla tersebut sudah menimbulkan berbagai penyakit pada masyarakat. Menurut pemberitaan Kompas.com, Jumat (6/9/2019), sejumlah orang tua dan anak-anak di Kota Pekanbaru, Riau bahkan sudah mengalami beberapa penyakit. Salah satunya ialah penyakit sesak napas.

Seperti yang kita ketahui, bahwa udara kotor sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama anak-anak. Ada berbagai zat paling berbahaya yang akan terhirup oleh kita, bila kita berada di seputaran lokasi kejadian. Diantaranya sulfur dioksida (SO), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2) dan ozon permukaan (O3).

Jika kita terpapar semua zat tersebut dalam jangka waktu yang lama, maka akan mampu membuat darah kekurangan oksigen sehingga akan berakibat tubuh lemas sampai kondisi pingsan. Tentu kita tidak mau ini terjadi pada anak-anak kita kan Bun?

Nah, berikut ini setidaknya ada 5 perawatan kesehatan bila ananda terpapar kabut asap yang  bisa kita lakukan di rumah:

Perbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang tinggi kadar antioksidannyaAir putih dan makanan yang kaya akan anti oksidan seperti sayuran dan buah mampu menetralisir kadar zat yang berbahaya dari kabut asap tersebut. Buah jeruk dan wortel sangat disarankan untuk dikonsumsi lebih sering. Biasanya anak-anak sangat menyukai kedua buah ini ya Bun, karena sejak bayi sudah sering diperkenalkan sebagai MpASI.

Sebisa mungkin minimalisir beraktivitas di luar rumah. Ini sangat penting bagi Bunda yang memiliki balita. Anak-anak memang sangat menyukai kegiatan luar rumah. Namun, demi keselamatan si kecil, sebaiknya batasi agenda keluar rumah ya. Jadikan rumah menjadi arena bermain si kecil, bila ia sulit diajak berkompromi untuk bermain ke luar rumah. Rumah sedikit berantakan dari biasanya, relakan saja ya Bun.

Menjaga udara dalam rumah. Caranya tidak merokok, tidak membakar obat nyamuk. Bila memungkinkan gunakan alat pendingin ruangan (AC) dengan fitur penjernih udara.

Segera cek kesehatan bila tubuh terasa kurang nyaman dan mengalami keluhan. Apalagi ananda yang sudah positif mengidap penyakit asma, paru dan anak yang rentan terhadap asap.

Bayi dan anak-anak merupakan pihak yang paling rentan dengan musibah kabut asap ini. Sebab kabut asap tersebut jika terhirup oleh bayi dan anak-anak dikhawatirkan menimbulkan resiko kanker di kemudian hari jika tubuh anak tidak mampu mereduksi dengan baik.

Mari kita simak bagaimana memberikan pertolongan pertama, jika anak-anak terkena dampak kabut asap:
Segera cari tempat yang nyaman, jauh dari sumber utama kabut asap. Mungkin untuk sementara waktu, mengungsi ke rumah saudara yang agak jauh dari lokasi sumber asap bisa menjadi alternatif ya Bun. Sekalian silaturahim iya kan hehe.

Posisikan anak dalam kondisi duduk, supaya asap tidak langsung masuk ke dalam tubuhnya. Selain itu posisi tidur dikhawatirkan dapat menyumbat pernapasannya.

Longgarkan pakaiannya sembari diolesi balsem anak atau minyak telon di bagian dada, punggung dan hidung. Mirip seperti pengolesan balsem/ minyak hangat bila anak demam pilek. Tujuannya supaya tubuhnya menghangat. Jangan lupa sembari anak diajak ngobrol santai ya Bun dan berikan pijatan-pijatan ringan.

Demikianlah selintas informasi mengenai bagaimana mengatasi musibah kabut asap terhadap anak-anak. Dan yang paling penting adalah, Bunda sebagai orangtua tidak boleh terlalu cemas, supaya anak-anak bisa lebih merasa nyaman. Mari kita doakan, semoga musibah ini segera teratasi dan anak-anak bisa bermain di luar rumah kembali dan menghirup udara segar.



You May Also Like

0 komentar