Cara Menikmati 'Me Time' Ala Blogger

by - September 01, 2019


Blogger kalau punya me time ngapain aja sih?

Blogger juga manusia, punya mata punya hati jangan samakan dengan pisau belatiii...
Haha, itu sepenggal lagu lawas kesukaan saya. Lagunya asik aja dibawa teriak-teriak. Serasa lepas semua pikiran sumpek. By the way, disini saya akan membahas kalau blogger punya me time, cara menikmatinya gimana?
Me time itu milik semua orang sebenarnya. Karena me time itu difungsikan sebagai waktu yang diagendakan untuk memanjakan diri sesuai minat dan kesukaan masing-masing. Sejenak recharge kelelahan otak, hati, pikiran. Dan me time tiap orang berbeda satu sama lainnya. Bahkan seorang  blogger sekalipun. Baiklah, saya cerita sedikit ya cara saya menikmati me time.

Pertama. Mendengarkan musik. Musik-musik yang Up seperti genre rock, ballad atau hip-hop bagi saya mampu mendongkrak hormon happy dalam diri. Apalagi ketika sedang menulis. Menulis dan mendengar musik itu ibarat gorengan dengan sambelnya. Harus sepaket.
Menurut Bang Rhoma Irama, dunia tanpa musik tidak asik. Dan menurut banyak pakar mengatakan mendengarkan musik yang disukai akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar. Makanya sangat disarankan mendengarkan musik atau lagu-lagu dengan lirik yang positif, yang meningkatkan mood (suasana hati). Sangat tidak disarankan untuk mendengarkan musik dengan lirik yang arahnya putus asa, sedih berkepanjangan, frustasi, galau dan hal-hal negatif lainnya. Alih-alih mendengarkan musik untuk menikmati waktu dan rileks, ehh malah terbawa perasaan yang mendayu-dayu dan tersimpan dalam pikiran bawah sadar untuk suatu saat dilakukan.
Oya, selama mendengarkan musik baik siang atau malam hari, sangat dianjurkan tidak menggunakan headseat. Kita seringkali menyaksikan orang yang asik mendengarkan musik menggunakan headseat di telinga. Tahukah, bahwa pemakaian headseta dalam jangka panjang, alat tersebut dapat merusak organ telinga kita. Sebab suara musik yang kita dengar langsung terkoneksi ke otak. Berbeda jika kita mendengarkan tanpa alat bantu tersebut.
Dan juga manfaat mendengar musik sembari menulis itu dapat meminimalisir gangguan (distraktion) dari lingkungan. Jadi bagi saya musik sangat bisa dinikmati disaat me time atau pun pada saat sedang menulis dan kegiatan lainnya.


Kedua. Berselancar ke sosial media. Setelah lelah dengan aktivitas keseharian dan aktivitas menulis, lari ke dunia maya adalah salah satu obat mujarab. Scrolling di Instagram, Facebook, Twitter atau sekedar membalas satu persatu chat dalam akun Whatsapp nyatanya mampu menjadi me time yang menyenangkan.
Banyak hal yang didapat dari berselancar di sosial media. Informasi terbaru, gosip selebriti, situs belanja online yang sedang mengadakan promo, dan segala macamnya.
Namun sayangnya, bila kita tidak disiplin memenej waktu  ketika berselancar di sosial media yang tiada batas itu, maka me  time yang sedianya mungkin Cuma satu sampai dua jam, bisa ambyar sampai berjam-jam.  Akhirnya me time, kebablasan dan jadwal kegiatan lainnya berantakan.
Saya pernah mendengar dari salah seorang blogger senior, beliau menerapkan jam yang ketat untuk kegiatannya, termasuk nge-blog. Intinya, beliau mengatakan, ketika melakukan satu kegiatan maka sosial media, harus di non aktifkan. Komitmen dan konsisten terhadap sosial media memang sangat sulit. Karena hal-hal menarik bersileweran disana.
Nah, saya sendiri sedang mulai menerapkan “jam bezuk” terhadap sosial media, jika tidak ingin tenggelam. Jika memang ada info menarik, langsung dicatat menjadi bahan ide untuk tulisan berikutnya.


Ketiga. Makan enak. Kegiatan makan enak dan menulis itu juga merupakan soulmate. Demikian menurut saya, pribadi. Kegiatan menulis itu melibatkan otak dan menguras energi yang tidak sedikit. Malah saya, ketika akan menulis atau setelah menulis selalu menyediakan camilan disamping laptop, supaya tidak bolak-balik ke dapur mengambil makanan.
Saya termasuk orang yang penyuka makanan manis, seperti kue, kukis, roti dan coklat. Ada penelitian yang mengatakan bahwa mengonsumsi makanan manis mampu menjadi moodbooster. Mungkin ada benarnya juga penelitian tersebut. Walaupun makan makanan enak akan berbanding lurus dengan penyakit degeneratif macam diabetes, tapi saya punya solusi cerdas. Berolah raga. Yaa, Cuma gerak tubuh yang mampu melarutkan semua manisan tersebut. Setidaknya, olahraga harus dijadwalkan satu kali dalam seminggu.

Ladies, laukan me time sesuai apa yang kalian paling sukai. Jangan mencontoh kegiatan orang lain yang belum tentu kalian sukai. Karena balik lagi, bahwa me time itu : just be you. Selamat me time supaya kuat nge-blog lagi ya..


You May Also Like

0 komentar