Mari Ajari Anak untuk Mengenal Uang Sejak Dini

by - September 14, 2019


                                                            Foto.by Google

"Uang itu alat tukar, bukan alat ukur seseorang"

Bunda, berapa banyak anak-anak yang tidak mengerti nilai uang?
Berapa banyak anak-anak hingga usia dewasa mereka kurang menghargai uang.
Dan pada akhirnya, ketika anak bermasalah soal uang, uang jajan dianggap kurang melulu, uang hilang entah dimana dan perilaku kurang menghargai nilai dari uang itu sendiri.
Kenapa ini bisa terjadi?

Mungkin saja ada peran serta kita sebagai orangtua yang kurang mensosialisasikan guna uang selain sekedar untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, jajan. Lalu kapan waktu yang tepat mengenalkan uang pada anak? Sejak dini kah, atau usia sekolah?

Kebanyakan orangtua beranggapan bahwa mengenalkan uang sejak dini akan berdampak negatif. Misalnya membuat anak menjadi boros dan konsumtif. Padahal tidak selalu demikian. Paradigma tersebut tidak selamanya benar. Justru menurut para ahli, anak sejak dini amat penting dikenalkan tentang uang. Tujuannya agar kelak ketika dewasa anak sudah mahir mengelola uang dan memiliki kekuatan emosi yang baik  pada perilaku konsumtif.

Para psikolog anak mengatakan bahwa sejak usia 3 tahun anak sudah  dapat diperkenalkan pada uang. Mulai dari materi fisik uang itu sendiri, misalnya mana uang logam, uang kertas. Lalu ketika usianya bertambah, perkenalkan lagi nilainya, seperti pecahan uang tersebut. Orangtua bisa memperkenalkan pada anak, jika ia menginginkan sesuatu benda, ada harganya dan nilai tukarnya menggunakan uang. Selain itu, anak juga perlu diajarkan dari mana uang itu berasal serta cara berhemat.

Nah, mungkin beberapa cara berikut ini bisa kita lakukan pada anak memperkenalkan uang adalah:
Ajari untuk mengetahui asal muasal uang.
Anak usia sekolah mungkin sudah bisa Anda ajak bicara soal asal uang. Anak mungkin belum sepenuhnya memahami bahwa uang berasal dengan bekerja. Dan Anda pun bisa melatih mereka untuk mengenal jenis pekerjaan yang menghasilkan uang.

Belajar berbelanja kebutuhannya/jajan.
Umumnya anak usia 3 tahun sudah pandai bicara dengan jelas. Jadi bila ayah bunda mengajarkan anak belajar berbelanja sesuatu ke warung terdekat, atau disuruh membayar benda yang dibeli di toko/supermarket tentu sudah bisa ia lakukan sendiri dengan pengawasan kita. Sembari mengantri di kasir, orangtua bisa memberi tahu berapa harga benda dan nilai uang yang ia bayarkan. Disamping itu, ajarkan juga anak untuk membeli barang yang ia butuhkan saja bukan apa yang ia mau. Supaya ia mampu mengenali kebutuhannya bukan apa kesenangannya. Hal ini juga menjadikan anak tidak komsumtif, yaitu menjadi pembelanja yang tidak baik.

Belajar menabung.
Usia sekolah dasar, anak sudah mengenal planning keuangan. Kebanyakan sekolah sudah memberlakukan tabungan sekolah. Dengan tujuan agar anak mampu mengelola uang jajannya menjadi jauh lebih bermanfaat. Dengan kata lain, anak mulai diajari mengelola uang menjadi beberapa bagian penting. Saya pribadi mengajarkan kepada ketiga anak-anak saya untuk membagi 3 uang jajan mereka. Satu bagian untuk di tabung, satu bagian untuk disumbangkan untuk kepentingan amal (infak/sedekah), dan sisanya baru digunakan untuk jajan.

Kenalkan skala prioritas.
Anak perlu mengenal skala prioritas untuk dirinya. Mana benda yang paling ia butuhkan, bukan mana benda yang ia sukai. Katakan pada anak, bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang harus ia miliki untuk bertahan hidup, seperti kebutuhan kita akan air, makan, tempat tinggal, pakaian. Sementara keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki, namun tidak terlalu berpengaruh besar bila todak dipenuhi. Misalnya jalan-jalan, membeli mainan atau membeli makanan camilan di luaran.

Keempat hal penting diatas memberi efek positif pada perilaku anak kelak terkait dengan sikap mereka terhadap uang. Bahwa sesungguhnya uang merupakan alat tukar jika menginginkan sesuatu benda, bukan sebagai alat untuk pemenuhan keinginan. Dengan memperkenalkan anak pada uang banyak hal positif yang bisa diserap anak walaupun sejak usia dini.
Semoga bermanfaat..



You May Also Like

0 komentar