Moms, Jangan Takut Resign dari Kantor Lalu Beralih Menjadi Pengusaha

by - September 16, 2019






Hai Mommy, apakah Anda sedang berniat resign dari kantor demi mengejar mimpi menjadi seorang pengusaha? 
Beberapa perempuan yang bekerja sebagai wanita karir ketika mereka sudah menikah, mungkin ada yang merasa mulai gelisah. Gelisah, karena mengatur waktu antara mengurus rumah tangga, anak dan suami serta porsi pekerjaan yang lumayan berat di kantor mulai keteteran. Lalu kemudian bermimpi, ‘seandainya jadi pengusaha saja, tentu akan banyak memiliki waktu bersama keluarga.’
Hei, siapa bilang jadi pengusaha itu hanya bisa diwujudkan melalui mimpi belaka?
Namun, dilema datang tatkala memikirkan ada rasa takut untuk keluar dari pekerjaan sekarang dan khawatir jenis usaha yang akan dilakukan selepas mengundurkan diri dari kantor.
Tahukah Anda, menurut para ahli yang kini sudah sukses menjadi pengusaha setelah sebelumnya mereka 'pensiun dini' dari kantornya mengatakan bahwa, menjadi seorang pengusaha itu modal awalnya adalah niat dan tekad yang kuat.
Sebab, pengusaha adalah orang kreatif yang  berani mengambil resiko. Jadi memang terlihat ada mental yang harus dipunyai untuk Anda yang berniat resign dari kantor.
Pada awalnya ketika terjun menjadi pengusaha mungkin Anda akan merasakan perbedaan yang mendasar dari ritme pekerjaan dan dari sisi tanggung jawab terhadap pekerjaan.

Saya sangat banyak melihat kegalauan seorang ibu untuk terus melanjutkan pekerjaannya dan meninggalkan anak bersama pengasuh. Terbesit rasa bersalah saat harus berangkat bekerja dan meninggalkannya seharian. Hal inilah yang memicu banyak para perempuan khususnya para ibu untuk berhenti bekerja sebagai pegawai dan beralih profesi menjadi seorang pengusaha. 

Nah, supaya lebih mudah mari kita lihat beberapa tips dan mudah sederhana bagi Anda yang bertekad menjadi seorang pengusaha:
Belajar mengatakan tidak. Untuk sebuah kesempatan yang rasanya tidak sesuai dengan minat anda. Dunia bisnis membutuhkan orang-orang yang jujur terhadap dirinya. Karena bila memaksakan diri untuk menerima sebuah tawaran yang tidak Anda kuasai bukan tidak mungkin nantinya Anda akan mengalami kesulitan ketika melakukannya.

Lakukan banyak hal. Tidak semua orang beruntung memiliki modal besar untuk memulai bisninya. Terkadang tertatih dengan modal yang seadanya justru akan membuat kita menjadi mampu melihat berbagai peluang yang dan menjadikan diri siapa melakukan hal-hal yang sekiranya dibutuhkan untuk menunjang usaha atau bisnis. Tidak ada salahnya diawal bisnis dibuka semua job desk dikerjakan sendiri. Rangkap jabatan, demi mengisi format dan struktur bisnis. Jika Anda suka berbisnis online shop bidang fashion, menjadi distributor misalnya.  Anda jadi owner Olshop yang merangkap kurir, pembukuan, marketer dan sebagainya.

Mengumpulkan modal awal bisnis. Sebelum Anda seatle dengan bisnis, jauh-jauh hari sisihkan gaji bulanan untuk memodali usaha yang nanti akan dibuka. Dan yang paling utama sebenarnya, ialah jalani saja dulu (learning by doing). Dengan  kata ilmu learning by doing agaknya sangat berlaku. Karena membangun bisnis itu bukan pekerjaan satu malam. Butuh yang namanya menjalin networking, menentukan  target pasar. Caranya? Anda mulai saja dulu, bila ada kekurangan disana-sini atau komplen dari klien jadikan itu sebagai inputan yang berharga demi perkembangan bisnis.

Buat jadwal dan patuhi dengan konsekuen. Disamping target sebagai tolok ukur pencapaian dalam bisnis, Anda yakinkan diri untuk mampu membagi waktu dengan baik antara kesibukan kantor dengan kegiatan bisnis. Jangan sampai office hour dipakai untuk menyelipkan kegiatan bisnis. Itu sangat menyalahi etika bisnis. Buat jadwal kapan saatnya melakukan pekerjaan sebagai pegawai dan kapan waktunya berbisnis. 

Pada hakikatnya semua pekerjaan itu baik selama masih berjalan dalam koridor yang baik. Namun, memang seringkali menjadi konflik batin tersendiri bagi kaum perempuan antara memiliki banyak waktu dengan keluarga dan menjadi wanita karir. Namun, bila pilihan sudah dibuat, maka tidak ada kata untuk menundanya lagi, sekarang.


You May Also Like

0 komentar